Fawaid-1 Dauroh_Lombok | Syaikh Prof. Dr. Shalih Sindi | Fathu Rabbil Bariyyah

Posted by: Admin istrator | on 04 September 2019

Fawaid-1 Dauroh_Lombok | Syaikh Prof. Dr. Shalih Sindi | Fathu Rabbil Bariyyah

Fawaid-1 Dauroh_Lombok

Syaikh Prof. Dr. Shalih Sindi

Fathu Rabbil Bariyyah

???? *Selayang Pandang Dauroh & Kitab yang Dikaji*
------------------

Alhamdulillah, pada Ahad 02 Muharram 1441 ba'da Ashar, Dauroh Aqodiyyah - Manhajiyyah ke-02 Lombok-NTB, resmi dibuka. Kali ini Yayasan al-Hunafa' dan Ma'had Abu Hurairah Mataram selaku penyelenggara menghadirkan as-Syaikh Prof. Dr. Shalih Sindi hafizhahullah sebagai pemateri. Beliau adalah Guru Besar Aqidah di Universitas Islam Madinah - KSA, sekaligus pengajar tetapi di Masjid Nabawi. 

Dauroh yang InsyaAllah akan berlangsung sejak tanggal 02-05 Muharram 1441 (1-4 Sept 2019) di Mataram Ibu Kota Lombok-NTB ini, membahas kitab "Fathu Rabbil Bariyyah" karya Syaikh al-'Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah. Kitab ini sendiri merupakan talkhish, ringkasan atau sajian ulang dari Kitab al-Fatwa al-Hamawiyyah. 

Kitab al-Fatwa al-Hamawiyyah ditulis oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, 30 tahun sebelum beliau wafat (728-H). Ketika itu beliau berusia 37 tahun. Kitab yang kemudian dikaji oleh para ulama dan penuntut ilmu berhari-hari--dari generasi ke generasi selama ratusan tahun lamanya--ini, ternyata rampung ditulis oleh Syaikhul Islam hanya dalam sekali duduk, pada suatu hari antara zhuhur dan ashar. Allahuakbar.

Ketika itu, Ibnu Taimiyyah ditanya tentang masalah sifat-sifat Allah oleh penduduk Hamaah, sebuah daerah di Syam. Lantas lahirlah al-Fatwa al-Hamawiyyah yang karenanya, Ibnu Taimiyyah banyak mendapatkan cobaan, tekanan dan ancaman dari orang-orang yang memusuhi al-haq. Pasalnya, kitab ini berisi kritikan ilmiah berbobot terhadap madzhab aqidah Asy'ariyyah yang berkembang dan telah menyebar luas di era beliau. 

Keistimewaan Kitab ini, banyak nukilan dari tokoh-tokoh terdahulu. Bahkan Ibnu Taimiyyah menukil ungkapan orang-orang menyimpang dalam beberapa perkara namun benar dalam perkara Asma & Sifat Allah. Ini untuk membantah orang-orang belakangan yang justru berseberangan dalam masalah Asma & Sifat Allah dengan tokoh-tokoh yang mereka agungkan.

Gara-gara Kitab ini (dan juga Kitab Aqidah Wasithiyyah serta at-Tadmuriyyah), Ibnu Taimiyyah mendapat banyak cobaan, permusuhan dari orang-orang yang berseberangan. Di antaranya; al-Qadhi as-Suruji, dia sampai menulis bantahan terhadap al-Fatwa al-Hamawiyyah. Namun Ibnu Katsir mengatakan tentang Kitab bantahan yang ditulisnya ini;
أضحك العقلاء
_"Kitab tersebut hanya menjadi bahan ketawaan orang-orang berakal."_

Ibnu Taimiyyah pun menulis sanggahan balik, seperti biasa dengan bobot ilmiah yang luar biasa, setebal 4 jilid. Namun sayang, Kitab ini termasuk di antara karya Ibnu Taimiyyah yang hilang, tidak didapati hari ini manuskripnya kecuali hanya sebagian kecil saja. 

Demikianlah sekilas tentang Kitab yang dikaji dalam Dauroh kali ini. Kitab yang berbicara tentang ilmu yang paling mulia dalam Islam, yaitu ilmu tentang Allah. Ulama kita mengatakan;

شرف العلم بشرف المعلوم

_"Keagungan suatu ilmu, terlihat dari keagungan objek ilmu tersebut (dalam hal ini; Allah 'azza wajalla)"_

Adakah ilmu yang lebih agung daripada ilmu tentang Allah yang Maha Agung...?? 

Semoga Allah berkenan menambahkan cahaya petunjuk-Nya kepada kita semua. 

_______
 Abu Ziyan Johan Saputra Halim

Telegram: t.me/kristaliman
Web: alhujjah.com


#Dauroh_Lombok_02
#Fathu_Rabbil_Bariyyah
#Syaikh_Prof_Dr_Shalih_Sindi