Sudahkah aku lebih baik dari Hari kemarin....?

Posted by: Admin istrator | on 31 July 2017

Tatkala Kita hanya mampu membeli tas seharga 200 ribu, sementara tetangga Kita membeli tas seharga 5 juta, Kita bilang dia berlebihan.
Padahal ia belanja Tak pakai uang kita, Dan ternyata ia sudah berhemat untuk tidak membeli tas seharga 40 juta yang Sebenarnya sanggup ia beli.
Tatkala Kita hanya mampu hidup selalu dekat dengan pasangan Kita, sementara teman Kita hidup berpisah jarak dengan pasangannya Kita sebut ia gegabah Dan menggadaikan rumah tangganya demi materi,


Ternyata ia tetap hidup rukun dan bahagia dengan pasangannya dalam perjuangan rumah tangganya.
Ketika Kita hanya mampu menjadi ibu tumah tangga, sementara sahabat Kita memilih untuk bekerja menjadi pegawai, Kita bilang ia menggadaikan Masa depan anak.
Ternyata ia bangun lebih pagi dari kita, belajar lebih banyak dari Kita, berbicara lebih lembut pada anaknya Dan berdoa lebih tekun kepada Tuhan untuk memohon penjagaan anak-anaknya.


Ketika Kita hanya mampu mengatur uang belanja 1 juta sebulan sementara kawan Kita bercerita pengeluaran belanja bulanannya mencapai 10 juta, Kita bilang ia boros, padahal ia tidak pernah berhutang pada Kita, pinjam uang pun tidak.
Ternyata mereka sedekah lebih banyak dari uang belanjanya.
Siapa yang rugi...Kita??


Mudah menilai orang lain, gampang berburuk sangka, gampang mengadili orang lain.
Padahal Kita tak pernah Tau apa yang orang lain hadapi, orang lain lakukan di luar pengetahuan Kita.
Jangan mengukur sepatu orang lain dengan kaki Kita.


Jangan pernah mengukur kehidupan orang lain dengan ukuran hidup Kita.
Lebih baik mengetuk hati sendiri,


Sudahkah aku lebih baik dari Hari kemarin....?

Ustadz Abdullah Husni, Lc. Hafidzahhullah